Berdasarkan keadaan demokrasi Indonesia di bulan Oktober 2020, yaitu aksi unjuk rasa di berbagai daerah di-Indonesia sebagai upaya penolakan Undang – Undang OMNIBUS LAW yang ditetapkan Oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan pemerintah, maka Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Demak menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Meminta Kepada DPR dan Pemerintah sebagai lembaga Negara untuk menghargai aspirasi rakyat Indonesia dengan menjamin keamanan penyampaian pendapat di muka umum dan memenuhi tuntutan yang disampaikan.
  2. Mendesak aparat kepolisian untuk tidak bertindak represif demi menjamin hak asasi manusia. Selain itu tindakan represif akan menjadi insiden buruk bagi penegakan hokum karena segala tindakan aparat menjadi teladan bagi pelajar dan generasi muda Indonesia.
  3. Menghimbau Kepada Seluruh Kader Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kabupaten Demak baik di tingkatan Ranting , Cabang sampai daerah untuk menghindari aksi – aksi turun kejalan terlebih lagi tindakan – tindakan anarkis. Utamakan keselamatan dan keamanan selama menyampaikan pendapat dimuka umum.
  4. Menghimbau kepada kader – kader IPM di setiap tingkatan untuk menjadikan fenomena demokrasi di bulan oktober 2020 ini sebagai pembelajaran dalam berdemokrasi.
  5. Mengikuti Anjuran Ayahanda Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait dengan Undang – Undang OMNIBUS LAW
  6. Menghimbau kader – kader IPM Demak yang berstatus mahasiswa untuk menggunakan hak – hak sipil secara bijak demi demokrasi Indonesia yang baik.

Demikian pernyataan sikap ini dibuat sebagai ikhtiar agar Negara hadir. Baik melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Maupun menjamin segala perjuangan untuk menciptakan keadilan di negeri ini.

Nuun Walqolami Wamaa Yasthurun


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *